|
| ASI, MAKANAN TERBAIK BAGI BAYI |
| Wednesday, February 25, 2009 |
 Setiap tiga puluh menit, seorang bayi meninggal karena pemberian susu formula yang tidak aman. Tanpa ASI, bayi tidak mendapat keuntungan dari kekebalan pasif yang seharusnya diperoleh dari ibunya melalui ASI. Resiko terkena penyakit akibat pemberian susu botol meningkat di negara dunia ketiga (termasuk Indonesia) karena kompleksnya permasalahan seperti banyaknya orang tidak mempunyai akses untuk memperoleh air bersih, kurangnya kesadaran para ibu tentang kebersihan. Sebagai akibatnya banyak bayi yang menderita diare, vomiting, infeksi pernafasan, malnutrisi, dehidarasi, dan bahkan sampai kematian yang dikenal dengan Penyakit Bayi Botol (Baby-Bottle Disease).
Para aktivis yang konsern pada masalah ini kemudian melakukan berbagai aksi untuk menghambat penggantian ASI ini di antaranya dengan melakukan kampanye pemboikotan terhadap produsen susu formula. Boikot ini pertama kali dilakukan pada tahun 1981-1984 dan kembali digelar pada tahun 1988. Pada tahun 1981, WHO/UNICEF mengeluarkan International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes (Kode Internasional tentang Pemasaran Pengganti ASI). Pada Rapat Kesehatan Dunia di tahun yang sama, 118 negara menyatakan dirinya akan mengadopsi peraturan tersebut di negaranya.
Saat ini, IBFAN (International Baby Food Action Network) melanjutkan lobby di seluruh dunia untuk mengadosi kode tersebut dan memonitor aktivitas produsen pengganti ASI.
Di Indonesia sendiri promosi susu formula bagi bayi memang terasa sangat gencar, hal ini terjadi karena kebayakan konsumennya masih mudah tertipu oleh iming-iming tingginya kandungan nutrisi susu tersebut, iklan yang memperlihatkan betapa pintarnya bayi-bayi yang mendapatkan susu formula merek tertentu, sampai pendapat “ahli” yang mendukung pemakaian produk tersebut. Belum lagi, promosi secara langsung oleh produsen kepada para ibu yang baru melahirkan di rumah sakit dan klinik bersalin dengan memberikan sample gratis kepada mereka sepulang dari rumah sakit. Dan yang lebih memprihatinkan adalah pemberian insentif kepada tenaga marketing dan tenaga medis yang mampu menjual produk susu formula.
Di tengah kesulitan yang melanda negara kita, sudah seharusnya kita melakukan gerakan kembali ke ASI. Di samping berbagai manfaat dari aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, dan aspek penundaan kehamilan; kita juga memperoleh keuntungan ekonomis yang didapat dari pengematan biaya untuk pembelian susu dan peralatan yang diperlukan untuk pemberian susu formula tersebut. Hal ini berarti kita membantu penghematan devisa karena sebagian besar produk tersebut adalah produk impor.
MENGAPA ASI? KEUNGGULAN ASI DAN MANFAAT MENYUSUI
Para aktivis yang konsern pada masalah ini kemudian melakukan berbagai aksi untuk menghambat penggantian ASI ini di antaranya dengan melakukan kampanye pemboikotan terhadap produsen susu formula. Boikot ini pertama kali dilakukan pada tahun 1981-1984 dan kembali digelar pada tahun 1988. Pada tahun 1981, WHO/UNICEF mengeluarkan International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes (Kode Internasional tentang Pemasaran Pengganti ASI). Pada Rapat Kesehatan Dunia di tahun yang sama, 118 negara menyatakan dirinya akan mengadopsi peraturan tersebut di negaranya.
Saat ini, IBFAN (International Baby Food Action Network) melanjutkan lobby di seluruh dunia untuk mengadosi kode tersebut dan memonitor aktivitas produsen pengganti ASI.
Di Indonesia sendiri promosi susu formula bagi bayi memang terasa sangat gencar, hal ini terjadi karena kebayakan konsumennya masih mudah tertipu oleh iming-iming tingginya kandungan nutrisi susu tersebut, iklan yang memperlihatkan betapa pintarnya bayi-bayi yang mendapatkan susu formula merek tertentu, sampai pendapat “ahli” yang mendukung pemakaian produk tersebut. Belum lagi, promosi secara langsung oleh produsen kepada para ibu yang baru melahirkan di rumah sakit dan klinik bersalin dengan memberikan sample gratis kepada mereka sepulang dari rumah sakit. Dan yang lebih memprihatinkan adalah pemberian insentif kepada tenaga marketing dan tenaga medis yang mampu menjual produk susu formula.
Di tengah kesulitan yang melanda negara kita, sudah seharusnya kita melakukan gerakan kembali ke ASI. Di samping berbagai manfaat dari aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, dan aspek penundaan kehamilan; kita juga memperoleh keuntungan ekonomis yang didapat dari pengematan biaya untuk pembelian susu dan peralatan yang diperlukan untuk pemberian susu formula tersebut. Hal ini berarti kita membantu penghematan devisa karena sebagian besar produk tersebut adalah produk impor.
MENGAPA ASI? KEUNGGULAN ASI DAN MANFAAT MENYUSUI
Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.
1. Aspek Gizi. a. Manfaat Kolostrum
* Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. * Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi. * Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. * Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
b. Komposisi ASI
* ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut. * ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak. * Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.
c. Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
* Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata. * Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).
Kita sering melihat iklan produk susu formula yang ditambah DHA dapat mencerdaskan anak. Padahal DHA yang ditambahkan pada susu formula cepat rusak, sedangkan ASI selalu diberikan dalam kondisi segar, sehingga DHA tidak rusak
2. Aspek Imunologik
* ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. * Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan. * Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan. * Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi. * Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu. * Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
3. Aspek Psikologik
* Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI. * Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut. * Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.
4. Aspek Kecerdasan
* Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. * Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI. * Komposisi ASI disesuaikan dengan kebutuhan bayi yang disiapkan menjadi orang yang suka berpikir. Adapun susu sapi diperuntukkan bagi anak sapi yang disiapkan agar lekas besar dan tak berpikir.
5. Aspek Neurologis Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.
6. Aspek Ekonomis Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.
7. Aspek Penundaan Kehamilan Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).
Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI, 2001 DHA Tidak Terdapat pada Susu Formula, Suara Merdeka 23 Agustus 2003 McSpotlight on the Baby Milk Industry, WWW.McSpotlight.org
Labels: pangan, parenting
baca selengkapnya..
|
posted by ummina daffawwaz @ 12:02 AM  |
|
|
|
| LOVE dengan huruf V |
| Tuesday, January 13, 2009 |

Huruf V terdiri dari 2 garis yang membentuk sudut di bagian bawah lalu semakin melebar ke atas. Apa hubungannya dengan cinta
Jika kita mencintai anak-anak kita maka cintailah dia dengan huruf V. Bagaimana? Pada usia dini kita harus mengikat mereka erat-erat … dengan kasih sayang, disiplin, dan aturan. Anak-anak butuh pagar-pagar yang membantu mereka mengerti baik dan buruk, benar dan salah. Jiwa mereka masih bersih dan mudah diarahkan. Oleh karenanya ikatlah erat-erat jiwa mereka dengan jiwa kita seperti dekatnya dua garis yang membentuk sudut itu.
Perlahan-lahan seiring meningkatnya usia, maka kita kendurkan sedikit demi sedikit ikatan itu. Jika dulu kita harus cerewet mengingatkan tanggung jawab dan segala aturan, maka semakin besar tanggung jawabnya kita cukup mengingatkan lewat sms atau mengevaluasi jadwal dan komitmennya secara periodik
Percayalah, ikatan yang erat di masa kecil itu akan sangat berarti. Pada saat mereka remaja, mereka akan lebih memiliki self control.
Jika kita tidak mengikat mereka di usia dini maka akan sulit mengikat mereka di masa remaja, apalagi dewasa.
Semakin meningkat usia mereka, semakin kuat fisik mereka, semakin besar keinginan mereka, semakin luas pergaulan mereka. Sementara itu….. semakin renta usia kita, semakin lemah fisik kita, semakin terbatas kemampuan kita untuk mengontrol mereka.
Maka dari itu eratkanlah ikatan itu sekarang juga, jangan menunggu nanti ….
Labels: parenting
baca selengkapnya..
|
posted by ummina daffawwaz @ 6:54 PM  |
|
|
|
| MEMBENTUK PECINTA BUKU |
| Wednesday, January 10, 2007 |
Beberapa tahun belakangan ini terdapat kecenderungan yang menarik di kalangan orang tua dan para pengajar. Jika dulu pelajaran membaca diberikan pada saat anak-anak memasuki usia sekolah dasar, sekarang ini justru membaca merupakan salah satu syarat bagi anak-anak untuk memasuki sekolah dasar. Ada beberapa polemik mengenai hal ini, sebagian menyetujuinya namun sebagian lagi menganggap anak-anak usia pra sekolah tersebut belum saatnya diberikan beban untuk belajar membaca.
Terlepas dari perdebatan tersebut, membaca merupakan suatu aktivitas yang sangat berguna bagi anak-anak dan akan terus bermanfaat sampai mereka dewasa. Jika ditelaah secara mendalam, sebenarnya jauh lebih penting membuat anak-anak menjadi orang-orang yang mencintai aktivitas membaca dan juga mencintai buku daripada membuat anak-anak cepat bisa membaca.
Bisa jadi anak-anak yang pada masa kecilnya cepat bisa membaca ternyata melakukannya karena terpaksa; karena para orang tua merasa gusar ketika anaknya yang sudah TK belum mengenal huruf atau mengeja kata-kata. Tekanan dan paksaan tersebut memang dapat membuat anak-anak cepat bisa membaca, namun demikian belum tentu mereka menyukainya. Jadi, anak-anak yang cepat bisa membaca belum menjamin mereka akan menjadi pembaca yang setia di masa dewasanya.
Untuk membuat anak bisa membaca orang tua bisa saja menyerahkan anak-anaknya kepada guru-guru di sekolah atau guru les. Sebaliknya untuk membantu anak menjadi seorang pecinta membaca dibutuhkan usaha orang tua yang sungguh-sungguh., kontinyu, dan dalam waktu yang tidak pendek. Usaha tersebut merupakan bantuan kita dalam meletakkan pondasi bagi anak untuk mencintai aktivitas membaca dan membantu perkembangan anak. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anaknya:
AWALI DENGAN CINTA Membuat anak mencintai aktivitas membaca bukanlah untuk kepentingan dan kepuasan kita sebagai orang tua, bukan untuk dipamerkan di hadapan orang lain. Usaha yang kita lakukan saat ini adalah demi kebaikan anak-anak di masa depan. Dengan prinsip cinta anda akan lebih mementingkan perasaan dan kebutuhan anak-anak daripada demi kesenangan kita para orang tua. Prinsip ini juga mengajarkan kepada kita bahwa setiap anak adalah unik, mereka memiliki sifat, minat, dan kecenderungan yang berbeda. Cinta juga akan membuat kita menghindari pemaksaan terhadap anak.. MULAI SEJAK DINI Pada usia di atas 5 bulan, saat bayi sudah dapat duduk dengan tegak adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan buku. Pilihlah buku yang terbuat dari material yang tidak mudah robek dan dengan warna-warni serta tekstur yang menarik. Kadang bayi akan meremas, bahkan menggigitnya. Saat ini sudah banyak tersedia buku-buku untuk bayi dengan berbagai model. Biasanya buku tersebut hanya terdiri dari beberapa halaman bergambar tanpa tulisan sama sekali.
BERBICARA, BERNYANYI, DAN BERMAIN Bayi sangat suka mendengar suara/ucapan. Berbicaralah sebagaimana anda mengerjakan hal-hal lain sehari-hari, nyanyikanlah lagu-lagu anak-anak, dan lakukan permainan-permainan misalnya permainan jari-jari serta gerak dan lagu. Mereka ikut bergumam saat kita berbicara atau menyanyi di hadapan mereka. Anak-anak menyukai suara-suara yang mereka dengar sebelum memahami keberadaan kata-kata yang tertulis di sebuah halaman buku. Dan seiring perkembangan mereka, secara cepat mereka dapat menangkap konsep dan kata-kata yang pernah mereka dengar.
MEMBACA ITU MENYENANGKAN Seorang anak tidak akan melakukan sesuatu jika menurut mereka kegiatan tersebut tidak menyenangkan. Perhatikanlah betapa senangnya anak-anak jika diberi kesempatan untuk bermain air, mandi hujan, dan membongkar mainan. Tapi apa yang terjadi jika mereka disuruh membereskan tempat tidur, menyapu?? Menurut mereka itu tidak menyenangkan, hanya menyenangkan bagi orang tua. Menurut seorang Psikolog, kebahagiaan itu berbeda-beda definisinya untuk setiap orang dan definisi kebahagiaan itu sangat dipengaruhi oleh kebahagiaan orang-orang disekitarnya. Orang tualah yang bertanggung jawab untuk mendefinisikan makna kebahagiaan bagi anaknya. Apakah kebahagiaan itu diperoleh ketika si anak diajak ke mall, makan enak, atau ketika dia melakukan kegiatan positif seperti membaca dan beribadah?? Katakan “hore”, “asyik”, dan kalimat positif lainnya untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Sebaliknya tampakkan ekspresi yang biasa-biasa saja ketika mengajak anak berbelanja, jika anda tidak mau anak anda ketagihan pergi ke mall.
SEDIAKAN WAKTU KHUSUS UNTUK MEMBACA Cobalah untuk membaca bersama anak-anak setiap hari pada saat tertentu yang telah dijadwalkan. Jika memungkinkan, pilih waktu saat anda dapat rileks dan tidak terburu-buru. Jika anda memiliki lebih dari satu anak, luangkan waktu untuk masing-masing anak secara terpisah, khususnya jika jarak mereka lebih dari 2 tahun. Pada hari yang sibuk, bawalah beberapa buku sambil bekerja/beraktivitas. Meluangkan waktu khusus untuk membaca secara teratur memberikan pesan bahwa membaca adalah sesuatu yang penting dan berharga. Membaca dengan keras bersama anak-anak adalah komponen yang penting dalam perkembangan bahasa dan merupakan salah satu aktivitas penting dalam mempersiapkan anak-anak menjadi seorang pencinta membaca. SEKALI LAGI…. DONG?!!! Sebagaimana diketahui oleh para orang tua dan pendidik, anak-anak sering meminta diperdengarkan cerita yang sama berulang-ulang. Mereka senang mengetahui apa yang terjadi berikutnya dan seringkali mempelajari sebuah buku favorit secara baik sehingga mereka dapat mengetahui alur ceritanya sendiri. Cerita favorit itu dapat menggambarkan kecenderungan, minat, dan kebutuhan emosional anak pada saat itu. Oleh karena itu menjadi sangat penting bagi orang tua untuk bersabar pada fase ini. Anak-anak biasanya siap untuk cerita yang berbeda jika mereka terus-menerus dikelilingi oleh berbagai macam buku.
MEMBACA PERLAHAN-LAHAN DAN EKSPRESIF Membaca untuk anak-anak bukan hanya berkaitan dengan apa yang dibaca, melainkan juga bagaimana cara membacakannya. Jika orang tua terburu-buru selama membaca cerita atau membaca tanpa antusiasme, anak-anak akan cepat kehilangan minatnya. Cobalah untuk membaca dengan ekspresi dan gunakanlah suara yang berbeda untuk tiap-tiap karakter. Membaca secara santai dengan beberapa jeda memberikan waktu kepada anak-anak untuk mencerna apa yang mereka dengar, memikirkan, dan membayangkan orang-orang, tempat, dan kejadian dalam bacaan tersebut. Pura-pura bertanya atau memberikan komentar yang akan membuat anak secara langsung berpikir, mengekspresikan diri, atau menghubungkan cerita yang dibaca dengan pengalamannya sendiri. Kadang-kadang mengikuti alur cerita anak-anak adalah ide yang baik. Seringkali mereka terbawa alur cerita mereka sendiri dan tidak mau berhenti sehingga mengubah alur cerita dalam buku yang dibacanya.
MEMPERHATIKAN PILIHAN BUKU Dengan membaca bersama-sama anak, kita banyak belajar tentang jenis-jenis buku yang disukai dan dimengerti anak-anak. Kunjungilah perpustakaan atau bawalah anak-anak ke toko buku dan libatkan mereka untuk menentukan buku apa yang akan dibawa pulang. Tentunya kita pun harus turut menyeleksi bacaan-bacaan tersebut, terutama apakah mengandung unsur-unsur yang dapat menimbulkan dampak negatif pada anak. Buku-buku yang berhubungan dengan apa yang akan dialami anak-anak pada masa itu adalah cara yang baik untuk mempermudah masa transisi dan mengurangi ketakutan terhadap hal-hal yang akan mereka alami kemudian. Topik-topik seperti toilet training, adik baru, adopsi, atau pindah ke rumah baru dapat dibaca dari berbagai buku yang ditulis khusus dengan bahasa anak-anak.
KELILINGI ANAK DENGAN BAHAN BACAAN Bahan-bahan bacaan dapat diperoleh dengan berbagai cara, bisa dibeli sendiri di toko buku atau meminjam dari perpustakaan. Anak-anak senang memiliki buku-buku yang dapat mereka baca kapanpun mereka inginkan. Pertimbangkan pula untuk berlangganan majalah anak-anak, mereka akan sangat merasa diistimewakan ketika memperoleh kiriman khusus untuk mereka. Berbelanja buku-buku bekas pun dapat menjadi alternatif yang masuk akal jika budget anda terbatas.
JANGAN PAKSA ANAK Memaksa anak untuk membaca dapat mengakibatkan resistensi pada diri mereka terhadap aktivitas tersebut, karena menganggap aktivitas tersebut bukan sesuatu yang menyenangkan. Pada beberapa sekolah di luar negeri, anak-anak diberikan bacaan berupa komik atau majalah hiburan setelah PR mereka selesai. Biarkan anak-anak membaca bacaan semacam itu, yang penting mereka membaca. Jika anak-anak melakukan kesalahan ketika membaca dengan suara keras, jangan memotongnya (dengan maksud membetulkan). Bisa jadi teguran anda membuatnya malu dan tidak mau membaca lagi. Jadi selama kesalahan itu tidak mengubah makna, biarkan saja.
BERIKAN PENGHARGAAN/APRESIASI ATAS USAHA ANAK Tidak ada yang lebih penting untuk membentuk seorang pembaca selain menunjukkan antusiasme yang nyata dan tidak dibuat-buat. Mintalah anak-anak membaca di hadapan anda, adiknya, atau di hadapan tamu. Bicaralah kepada anak-anak tentang apa yang mereka baca dan berikan respon positif. Beberapa orang berpendapat bahwa memberikan hadiah berupa buku pada saat-saat yang istimewa juga merupakan cara yang baik untuk membentuk persepsi bahwa buku merupakan sesuatu yang berharga dan pantas diharapkan.
UNTUK ANAK-ANAK YANG TIDAK SUKA MEMBACA Jika anak-anak tidak suka membaca, anda dapat menariknya dengan melakukan aktivitas lain seperti membuat prakarya berupa sebuah buku dari kertas karton atau kain berbentuk persegi panjang. Halaman-halaman buku tersebut dapat digambari atau ditempeli berbagai macam gambar. Anda juga dapat menempelkan pasir, kain, atau material bertekstur lainnya pada gambar-gambar tertentu. Kemudian tulislah kata-kata dalam ukuran besar di bawah gambar-gambar tersebut. Akhirnya, satukan halaman-halaman tersebut menjadi sebuah buku dengan stapler besar, melubanginya, atau dengan menjahitnya. Created on 11/29/2004 4:48 PMLabels: parenting
baca selengkapnya..
|
posted by ummina daffawwaz @ 10:34 PM  |
|
|
|
|
|