Corat coret Aja

 
Coretan Ummi
Jejak Sahabat
Jumlah Pengunjung
Mesothelioma
Mesothelioma
Waktu Jakarta
Tetangga
Gula
Tuesday, March 17, 2009


Gula .... salah satu bahan pangan yang paling populer. Rsanya yang manis dan penggunaanya sangat beragam


Kimia Gula

Secara kimiawi gula sama dengan karbohidrat, tetapi umumnya pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis, berukuran kecil dan dapat larut. Kata gula pada umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa (sukrosa). Pada bagian ini pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis, berukuran kecil dan dapat larut (dalam air).

Rasa manis yang biasa dijumpai pada tanaman terutama disebabkan oleh tiga jenis gula, yaitu sakarosa, fruktosa dan glukosa. Gula-gula ini berada secara sendiri-sendiri ataupun dalam bentuk campuran satu dengan yang lain. Madu merupakan larutan yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sakarosa dalam air, dengan komposisi sekitar 80% gula dan 20% air. Komposisi sesungguhnya sangat tergantung pada asal tanaman. Dalam pembuatan bir, pati (karbohidrat berukuran besar yang tidak manis) dari biji-bijian terpecah menjadi karbohidrat yang berukuran lebih kecil, salah satunya adalah gula malt (maltosa) yang memiliki sedikit rasa manis.

Satu-satunya gula utama yang dihasilkan oleh hewan adalah laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam semua susu hewan. Seluruh gula yang dicerna oleh hewan akan diubah di dalam hati menjadi glukosa, oleh karena itu gula di dalam darah hewan (dengan kata lain di dalam daging) adalah glukosa. Karena laktosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa dan sakarosa, susu tidak memiliki rasa manis, meskipun kadar gulanya cukup tinggi (4,5% pada susu sapi, 7% pada ASI).
Selain lima jenis gula utama ini, terdapat ratusan jenis karbohidrat berukuran kecil lainnya yang terdapat pada tanaman dan susu, tetapi tidak satupun yang berasa sangat manis dan menarik secara komersial.

Tingkat kemanisan dibandingkan dengan sakarosa
Sakarosa (glukosa + fruktosa) (manis) 100%
Glukosa (manis) 74%
Fruktosa (manis) 173%
Maltosa(glukosa + glukosa) (tidak manis) 33%
Laktosa(galaktosa + glukosa) (tidak manis) 16%

Istilah-istilah yang berkaitan dengan gula dan berbagai produk terkait

  • Brix (derajat): suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah gula dalam sebuah larutan, berdasarkan pada pembiasan cahaya. Terutama digunakan dalam industri minuman ringan dan minuman buah.

  • Dekstrosa : Istilah bahasa Inggris untuk glukosa.

  • Fruktosa (padanan kata levulosa, gula buah): gula yang agak manis (1,7 kali lebih manis dari gula biasa) umumnya didapat dari buah-buahan dan madu.

  • Galaktosa: suatu gula yang tidak umum dijumpai dalam makanan, kecuali sebagai bagian dari jenis gula yang lain, seperti laktosa (gula susu) dan raffinosa (gula dalam kacang-kacangan). Seringkali merupakan bagian dari komponen dinding sel tanaman.

  • Glukosa (padanan kata dekstrosa): gula yang terdapat pada berbagai tanaman, juga dalam darah. Sumber energi yang utama bagi tubuh. Kurang manis dibandingkan sakarosa.

  • Gula: umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa. Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat.

  • Gula anggur : padanan kata dari glukosa.

  • Gula Barbados : gula tebu yang berwarna coklat.

  • Gula Barley : bukan termasuk gula, melainkan permen Amerika yang keras dan memiliki citarasa jeruk lemon, terbuat dari cairan barley dengan penambahan gula.

  • Gula batu : tidak semanis gula granulasi biasa, gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal.

  • Gula Bit : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit.

  • Gula bubuk : Gula granulasi (gula pasir) bubuk, juga dikenal sebagai gula ‘confectionary'. Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada cristal-kristal yang tertinggal. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan.

  • Gula Castor : Gula castor atau caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus, terdapat di Britania. Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. Karena kehalusannya, gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya, dan oleh karenanya gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan ‘meringues' dan cairan dingin. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis (dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan).

  • Gula Coklat : gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna.

  • Gula Dekorasi : lihat gula sdaning.

  • Gula Gelatin (padanan kata gula gel, gula selai/ jam): campuran dari gula granulasi dan pektin. Digunakan dalam pembuatan selai dan ‘marmelade'.

  • Gula Granulasi (Gula pasir) : Kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah (gula pasir).

  • Gula inversi : Gula inversi dibuat dengan menggabungkan sirup gula dengan sedikit asam (seperti pada krim tartar atau jus lemon) dan pemanasan. Proses ini mengubah, atau memecah, sakarosa menjadi dua komponen, glukosa dan fruktosa, sehingga menurunkan ukuran kristal-kristal gula. Karena struktur kristalnya yang halus, gula inversi menghasilkan produk yang lebih halus dan digunakan dalam pembuatan berbagai jenis permen seperti fondant, dan berbagai sirup. Proses pembuatan jam dan selai secara otomatis menghasilkan gula inversi dengan menggabungkan asam alami dalam buah dengan gula granulasi dan memanaskan campuran tersebut.

  • Gula Jagung: glukosa yang diperoleh dari jagung.

  • Gula Jawa : gula yang mengalami pemurnian sebagian, berasal dari Indonesia. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa).

  • Gula kristal: gula bit atau tebu berbentuk granulasi seperti gula pada umumnya, lihat sakarosa. Dijual dalam bentuk gula butiran/pasir atau dicetak dalam bentuk gula kubus.

  • Gula Malt: lihat maltosa.

  • Gula meja: gula tebu atau gula bit butiran pada umumnya, lihat sakarosa.

  • Gula Muscovado : gula coklat gelap.

  • Gula mutiara (Pearl sugar) : lihat gula sdaning.

  • Gula Palma (kelapa/ kurma) : gula yang didapatkan dari palma ataupun kurma.Terutama mengandung sakarosa.

  • Gula sangat halus: suatu jenis gula di USA. Merupakan gula granulasi yang sangat halus, lihat gula Castor.

  • Gula Sdaning: Gula Sdaning merupakan gula kasar atau gula dekorasi. Kristalnya berukuran 4 kali lipat lebih besar dari gula granulasi pada umumnya. Digunakan untuk menghias makanan-makanan yang dipanggang dengan oven .

  • Gula Spun (Spun sugar) : gula lembut hasil dari pendidihan gula sehingga dapat dibentuk dan digunakan untuk dekorasi berbagai hidangan penutup. Pembuatan gula spun diawali dengan pemasakan gula, air dan krim tartar hingga menjadi keras tapi tetap mudah dibentuk. Kemudian dapat dibentuk seperti gumpalan helaian benang dengan menggunakan garpu pengocok dan dioleskan ke permukaan kue untuk dekorasi

  • Gula susu: lihat laktosa.

  • Gula Tebu : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman tebu. Terkadang dijual dalam bentuk gula coklat (brown sugar) di Eropa.

  • Gula Vanila : gula beraroma dan citarasa harum yang khas dibuat dengan cara memendam biji-biji vanilla dalam gula pasir; biasanya dengan takaran dua biji vanila untuk setiap satu pound gula. Campuran tersebut disimpan dalam wadah kedap udara selama sekitar satu minggu sebelum biji-biji vanila tadi dipisahkan kembali. Hasilnya berupa gula dengan rasa dan aroma yang harum yang dapat digunakan untuk bahan baku ataupun penghias ‘baked goods', buah dan hidangan penutup lainnya. Biji-biji vanila dapat digunakan kembali sampai dengan dengan 6 bulan. Gula Vanilla dapat juga dibuat dari ekstrak vanillin (vanili) murni. Citarasanya sama kuatnya dengan vanilla tetapi tetap dapat dibedakan. Gula ini dinamai gula-vanillin.

  • Gur (padanan kata jaggery): gula yang mengalami pemurnia n sebagian, berasal dari India. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa).

  • HFCS : High Fruktose Corn Syrup (Gula Jagung Kaya Fruktosa). Suatu sirup yang didapatkan dari pati jagung. Mula-mula pati dipecah menjadi glukosa secara enzimatis, kemudian glukosa ini diubah lagi secara enzimatis menjadi fruktosa yang memiliki rasa lebih manis. Digunakan sebagai pemanis kadar tinggi.

  • Icing (Icing sugar) : gula bubuk yang digunakan sebagai krim gula (gula pelapis) pada cake.

  • Jaggery (padanan kata gur): gula yang mengalami pemurnian sebagian, berasal dari India. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa).

  • Karamel : berbagai produk yang diperoleh dari hasil pemanasan gula. Senyawa-senyawa ini berwarna coklat hingga hitam dan menghasilkan aroma khas. Digunakan sebagai pewarna makanan dan aroma rasa.

  • Laktosa: gula yang terdapat pada susu, suatu kombinasi dari galaktosa dan glukosa.

  • Levulosa : padanan kata untuk fruktosa

  • Madu : merupakan larutan 80% gula dalam air. Gula utama yang ada dalam madu adalah fruktosa, glukosa dan sakarosa.

  • Maltosa (padanan kata gula malt) : gula yang terdapat pada malt dan bir.

  • Sirup Mapel : sirup yang didapatkan dari pohon mapel yang terdapat di America Utara. Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa dan glukosa dalam air. Penyusun utamanya adalah sakarosa.

  • Melis : jenis gula meja pada umumnya, yang agak halus. Dari kawasan Skandinavia.

  • Molase : Produk samping dari pembuatan gula, berwarna coklat. Terutama tersusun dari berbagai karamel dan mineral. Dipakai dalam pembuatan gula coklat (brown sugar).

  • Oligosakarida : karbohidrat rantai pendek yang didapatkan dari polisakarida berukuran besar atau dengan proses enzimatis. Banyak terdapat dalam tanaman (kacang-kacangan, bawang) atau susu. Rasanya tidak manis atau sedikit manis. Digunakan sebagai prebiotik, bukan untuk pemanis produk.

  • Panela: lihat piloncillo

  • Panocha: lihat piloncillo

  • Pemanis: senyawa pemanis bukan karbohidrat. Kebanyakan merupakan pemanis buatan tetapi beberapa di antaranya adalah pemanis alami. Tingkat kemanisan pemanis berkisar dari 0,8 kali manisnya gula (seperti misalnya sorbitol) hingga 2000 kali (protein thaumatin).

  • Piloncillo (padanan kata panela, panocha): gula tebu dari Mexico yang mengalami pemurnian sebagian. Gula ini dicetak dalam bentuk kerucut; namanya berarti menara kerucut kecil .

  • Sakarosa (padanan kata sukrosa, gula meja, gula kristal): nama kimia resmi dari jenis utama gula dan gula ini terutama digunakan dalam berbagai produk maupun di rumah tangga.

  • Sirup : suatu larutan yang sangat kental berupa gula dalam air. Kandungan gula berkisar 50-80%.

  • Sukrosa : Istilah bahasa Inggris untuk sakarosa.


Labels:


baca selengkapnya..
posted by ummina daffawwaz @ 8:45 PM   0 comments
ASI, MAKANAN TERBAIK BAGI BAYI
Wednesday, February 25, 2009

Setiap tiga puluh menit, seorang bayi meninggal karena pemberian susu formula yang tidak aman. Tanpa ASI, bayi tidak mendapat keuntungan dari kekebalan pasif yang seharusnya diperoleh dari ibunya melalui ASI. Resiko terkena penyakit akibat pemberian susu botol meningkat di negara dunia ketiga (termasuk Indonesia) karena kompleksnya permasalahan seperti banyaknya orang tidak mempunyai akses untuk memperoleh air bersih, kurangnya kesadaran para ibu tentang kebersihan. Sebagai akibatnya banyak bayi yang menderita diare, vomiting, infeksi pernafasan, malnutrisi, dehidarasi, dan bahkan sampai kematian yang dikenal dengan Penyakit Bayi Botol (Baby-Bottle Disease).

Para aktivis yang konsern pada masalah ini kemudian melakukan berbagai aksi untuk menghambat penggantian ASI ini di antaranya dengan melakukan kampanye pemboikotan terhadap produsen susu formula. Boikot ini pertama kali dilakukan pada tahun 1981-1984 dan kembali digelar pada tahun 1988. Pada tahun 1981, WHO/UNICEF mengeluarkan International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes (Kode Internasional tentang Pemasaran Pengganti ASI). Pada Rapat Kesehatan Dunia di tahun yang sama, 118 negara menyatakan dirinya akan mengadopsi peraturan tersebut di negaranya.

Saat ini, IBFAN (International Baby Food Action Network) melanjutkan lobby di seluruh dunia untuk mengadosi kode tersebut dan memonitor aktivitas produsen pengganti ASI.

Di Indonesia sendiri promosi susu formula bagi bayi memang terasa sangat gencar, hal ini terjadi karena kebayakan konsumennya masih mudah tertipu oleh iming-iming tingginya kandungan nutrisi susu tersebut, iklan yang memperlihatkan betapa pintarnya bayi-bayi yang mendapatkan susu formula merek tertentu, sampai pendapat “ahli” yang mendukung pemakaian produk tersebut. Belum lagi, promosi secara langsung oleh produsen kepada para ibu yang baru melahirkan di rumah sakit dan klinik bersalin dengan memberikan sample gratis kepada mereka sepulang dari rumah sakit. Dan yang lebih memprihatinkan adalah pemberian insentif kepada tenaga marketing dan tenaga medis yang mampu menjual produk susu formula.

Di tengah kesulitan yang melanda negara kita, sudah seharusnya kita melakukan gerakan kembali ke ASI. Di samping berbagai manfaat dari aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, dan aspek penundaan kehamilan; kita juga memperoleh keuntungan ekonomis yang didapat dari pengematan biaya untuk pembelian susu dan peralatan yang diperlukan untuk pemberian susu formula tersebut. Hal ini berarti kita membantu penghematan devisa karena sebagian besar produk tersebut adalah produk impor.

MENGAPA ASI? KEUNGGULAN ASI DAN MANFAAT MENYUSUI

Para aktivis yang konsern pada masalah ini kemudian melakukan berbagai aksi untuk menghambat penggantian ASI ini di antaranya dengan melakukan kampanye pemboikotan terhadap produsen susu formula. Boikot ini pertama kali dilakukan pada tahun 1981-1984 dan kembali digelar pada tahun 1988. Pada tahun 1981, WHO/UNICEF mengeluarkan International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes (Kode Internasional tentang Pemasaran Pengganti ASI). Pada Rapat Kesehatan Dunia di tahun yang sama, 118 negara menyatakan dirinya akan mengadopsi peraturan tersebut di negaranya.

Saat ini, IBFAN (International Baby Food Action Network) melanjutkan lobby di seluruh dunia untuk mengadosi kode tersebut dan memonitor aktivitas produsen pengganti ASI.

Di Indonesia sendiri promosi susu formula bagi bayi memang terasa sangat gencar, hal ini terjadi karena kebayakan konsumennya masih mudah tertipu oleh iming-iming tingginya kandungan nutrisi susu tersebut, iklan yang memperlihatkan betapa pintarnya bayi-bayi yang mendapatkan susu formula merek tertentu, sampai pendapat “ahli” yang mendukung pemakaian produk tersebut. Belum lagi, promosi secara langsung oleh produsen kepada para ibu yang baru melahirkan di rumah sakit dan klinik bersalin dengan memberikan sample gratis kepada mereka sepulang dari rumah sakit. Dan yang lebih memprihatinkan adalah pemberian insentif kepada tenaga marketing dan tenaga medis yang mampu menjual produk susu formula.

Di tengah kesulitan yang melanda negara kita, sudah seharusnya kita melakukan gerakan kembali ke ASI. Di samping berbagai manfaat dari aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, dan aspek penundaan kehamilan; kita juga memperoleh keuntungan ekonomis yang didapat dari pengematan biaya untuk pembelian susu dan peralatan yang diperlukan untuk pemberian susu formula tersebut. Hal ini berarti kita membantu penghematan devisa karena sebagian besar produk tersebut adalah produk impor.

MENGAPA ASI? KEUNGGULAN ASI DAN MANFAAT MENYUSUI

Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.

1. Aspek Gizi.
a. Manfaat Kolostrum

* Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
* Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
* Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
* Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.


b. Komposisi ASI

* ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
* ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
* Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

c. Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI

* Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
* Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

Kita sering melihat iklan produk susu formula yang ditambah DHA dapat mencerdaskan anak. Padahal DHA yang ditambahkan pada susu formula cepat rusak, sedangkan ASI selalu diberikan dalam kondisi segar, sehingga DHA tidak rusak

2. Aspek Imunologik

* ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
* Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
* Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
* Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
* Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
* Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

3. Aspek Psikologik

* Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
* Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
* Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

4. Aspek Kecerdasan

* Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
* Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
* Komposisi ASI disesuaikan dengan kebutuhan bayi yang disiapkan menjadi orang yang suka berpikir. Adapun susu sapi diperuntukkan bagi anak sapi yang disiapkan agar lekas besar dan tak berpikir.

5. Aspek Neurologis
Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

6. Aspek Ekonomis
Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

7. Aspek Penundaan Kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).


Sumber:
Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI, 2001
DHA Tidak Terdapat pada Susu Formula, Suara Merdeka 23 Agustus 2003
McSpotlight on the Baby Milk Industry, WWW.McSpotlight.org


Labels: ,


baca selengkapnya..
posted by ummina daffawwaz @ 12:02 AM   1 comments
LOVE dengan huruf V
Tuesday, January 13, 2009


Huruf V terdiri dari 2 garis yang membentuk sudut di bagian bawah lalu semakin melebar ke atas. Apa hubungannya dengan cinta



Jika kita mencintai anak-anak kita maka cintailah dia dengan huruf V. Bagaimana?
Pada usia dini kita harus mengikat mereka erat-erat … dengan kasih sayang, disiplin, dan aturan. Anak-anak butuh pagar-pagar yang membantu mereka mengerti baik dan buruk, benar dan salah. Jiwa mereka masih bersih dan mudah diarahkan. Oleh karenanya ikatlah erat-erat jiwa mereka dengan jiwa kita seperti dekatnya dua garis yang membentuk sudut itu.

Perlahan-lahan seiring meningkatnya usia, maka kita kendurkan sedikit demi sedikit ikatan itu. Jika dulu kita harus cerewet mengingatkan tanggung jawab dan segala aturan, maka semakin besar tanggung jawabnya kita cukup mengingatkan lewat sms atau mengevaluasi jadwal dan komitmennya secara periodik

Percayalah, ikatan yang erat di masa kecil itu akan sangat berarti. Pada saat mereka remaja, mereka akan lebih memiliki self control.

Jika kita tidak mengikat mereka di usia dini maka akan sulit mengikat mereka di masa remaja, apalagi dewasa.

Semakin meningkat usia mereka, semakin kuat fisik mereka, semakin besar keinginan mereka, semakin luas pergaulan mereka.
Sementara itu….. semakin renta usia kita, semakin lemah fisik kita, semakin terbatas kemampuan kita untuk mengontrol mereka.

Maka dari itu eratkanlah ikatan itu sekarang juga, jangan menunggu nanti ….

Labels:


baca selengkapnya..
posted by ummina daffawwaz @ 6:54 PM   0 comments
Mitos-Mitos Tentang Makanan
Tuesday, December 30, 2008
1. Lemak itu Jahat.
2. Karbohidrat tidak baik untuk anda.
3. Bahan tambahan pangan berbahaya untuk kesehatan.
4. Jangan makan setelah jam 6 sore.
5. Semua pangan yang dikemas ditambahkan pengawet.


1. Lemak itu Jahat. Kenyataannya, lemak kita butuhkan sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Tanpa lemak, vitamin-vitamin tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh kita. Sebagian lemak memang tidak sehat, tetapi sebagian lagi baik, bahkan penting untuk kesehatan. Inilah yang disebut sebagai asam lemak esensial, yaitu asam-asam lemak yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia sehingga perlu didatangkan dari luar.
2. Karbohidrat tidak baik untuk anda. Pertama lemak, kemudian sekarang yang menjadi tertuduh adalah karbohidrat. Seperti lemak, sebagian karbohidrat memang membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Contohnya adalah karbohidrat sederhana (rantai pendek) seperti gula yang meningkatkan resiko diabetes dan obesitas. Tetapi karbohidrat kompleks yang dikenal dengan oligosakarida dan polisakarida merupakan sumber vitamin dan sertat yang membantu pencernaan. Contoh karbohidrat kompleks adalah sayuran dan whole grains (gandum, beras pecah kulit)
3. Bahan tambahan pangan berbahaya untuk kesehatan. Pernah melihat iklan minyak goreng yang mengklaim sebagai “minyak goring bebas pengawet?” Menurut saya, ini adalah pembohongan public. Minyak goring yang tidak ditambahkan antioksidan akan lebih mudah tengik sehingga mutunya menurun. Antioksidan adalah salah satu contoh bahan tambahan pangan yang justru memperbaiki mutu pangan. Memang ada pula bahan tambahan pangan yang hanya memperbaiki struktur fisik pangan tetapi tidak berguna atau bahkan berbahaya bagi tubuh jika ditambahkan melebihi ambang batas yang diizinkan seperti MSG, asam benzoat, aspartam, dan siklamat. (saya akan coba susun tulisan tentang BTP ini, nanti)
4. Jangan makan setelah jam 6 sore. Menurut Shari Liberman, Ph.D. (pengarang Dare to Lose), “Ini bukan tentang jam berapa Anda makan, tetapi apa yang Anda makan. Di Eropa, mereka makan pada pukul 10 malam dan ukuran mereka setengah dari ukuran orang Amerika.”
5. Semua pangan yang dikemas ditambahkan pengawet. Kita sering mendengar statement bahwa kita harus mengurangi asupan pangan olahan dan lebih banyak mengkonsumsi pangan segar. Pendapat ini benar. Yang tidak benar adalah adanya pendapat bahwa semua pangan olahan mengandung pengawet.

Labels:


baca selengkapnya..
posted by ummina daffawwaz @ 7:12 PM   0 comments
Pestisida dalam Buah dan Sayur
Tuesday, June 10, 2008


Survei ini hanya hasil diskusi kecil-kecilan Budi Boga dengan Gunanto Eko Saputro, Pakar pertanian lulusan IPB, yang juga jurnalis Media Agro Obesrver dan Koran Tempo. Hasil dari obrolan adalah berdasarkan pengamatan dan pengalaman langsung kami di lapangan. Seperti survei ke lahan pertanian sayuran dan buah, pengamatan terhadap pola bercocok tanam, serta perlakuan petani terhadap produk sayuran dan buah pasca panen. Berikut hasil pengamatan mereka;


Survei ini hanya hasil diskusi kecil-kecilan Budi Boga dengan Gunanto Eko Saputro, Pakar pertanian lulusan IPB, yang juga jurnalis Media Agro Obesrver dan Koran Tempo. Hasil dari obrolan adalah berdasarkan pengamatan dan pengalaman langsung kami di lapangan. Seperti survei ke lahan pertanian sayuran dan buah, pengamatan terhadap pola bercocok tanam, serta perlakuan petani terhadap produk sayuran dan buah pasca panen. Berikut hasil pengamatan mereka;

10 sayuran dengan kemungkinan cemaran pestisidanya kecil:
1. Daun Katuk
2. Daun Pepaya
3. Daun Kemangi
4. Kangkung
5. Daun Labu
6. Daun Kenikir
7. Daun Melinjo/Daun so
8. Daun Singkong
9. Daun Genjer
10. Daun Bayam

10 Sayuran dengan kemungkinan cemaran pestisida tinggi:
1. Brokoli
2. Kembang Kol
3. Tomat
4. Buncis
5. Kol Putih
6. Kacang Panjang
7. Kol Merah
8. Cabe
9. Kailan
10. Daun Bawang

5 Buah Dengan Kandungan Pestisida Rendah:
1. Pisang
2. Manggis
3. Salak
4. Duku
5. Rambutan

5 Daftar Buah Kemungkinan Pestisida Tinggi serta dilapisi parafin, sejenis lilin agar buah tetap segar:
1. Apel
2. Pir
3. Peach
4. Anggur
5. S troeri

Tip Aman Mengkonsumsi Sayuran dan Buah:
1. Selalu mencuci bersih sayuran dan buah dengan air mengalir sebelum diolah/dimakan. Dengan mencuci, bakteri, cemaran kimia, pestisida serta telur cacing bisa dihilangkan.
2. Hindari buah impor dengan penampakan kulit terlalu mengkilat. Buah jenis ini kemungkinan dilapisi parafin, sejenis lilin yang dapat mempertahankan kesegaran buah. Zat ini berbahaya bagi kesehatan.
3. Simpan sayuran dan buah dalam suhu rendah agar tahan lama.
4. Bercak putih pada sayuran dan buah kemungkinan besar cairan atau semprotan pestisida yang mengering. Hindari buah dengan bercak-bercak putih.
5. Beli buah dan sayuran saat sedang musim, selain lebih murah biasanya lebih segar.
6. Sebaiknya pilih sayuran dan buah organik, selain lebih sehat buah dan sayuran ini tanpa pestisida sehingga lebih baik untuk kesehatan tubuh. Buah dan sayuran organik biasanya secara fisik lebih kecil, sayuran banyak lubang bekas dimakan ulat atau belalang


Labels:


baca selengkapnya..
posted by ummina daffawwaz @ 6:29 PM   0 comments
Prebiotik dan Probiotik
Wednesday, June 4, 2008
Probiotik dan prebiotik adalah dua kata yang sedang ngetren di jagad pangan saat ini. Apa sih bedanya? Mungkin sedikit ulasan yang saya peroleh dari berbagai sumber dapat memberikan pencerahan

Probiotik adalah suplemen diet yang mengandung bakteri berguna bagi pencernaan manusia


Bentuk yang paling umum dari probiotik adalah produk peternakan dan makanan probiotik. Tetapi saat ini tablet dan kapsul berisikan bakteri dalam kondisi dibekukan juga dapat ditemukan.

Beberapa probiotik umum meliputi berbagai spesies dari genera Bifidobacterium dan Lactobacillus seperti:

Ada pula satu spesies ragi yang digunakan sebagai probiotik:

Beberapa bakteri yang umum dipakai dalam produk tapi tanpa efek probiotik (bakteri yoghurt):

Beberapa bakteri lain disebutkan dalam produk probiotik:

Beberapa produk fermentasi mengandung asam laktat bakteri yang mirip walaupun sering belum dibuktikan memiliki efek probiotik atau kesehatan termasuk:

Prebiotik merupakan kelompok oligosakarida seperti rafinosa, stakhios, agalakto-oligosakarida, frukto-oligosakarida, frukto-oligosakarida, inulin, serta beberapa jenis peptida dari protein yang tidak dapat dicerna, sehingga mencapai usus.


Prebiotik merupakan nutrisi yang sesuai bagi bakteri baik, tapi tidak cocok bagi bakreri jahat, sehingga bisa meningkatkan bakreri baik dalam usus. Kombinasi probiotik dan prebiotik untuk meningkatkan kesehatan tubuh disebut sinbiotik.


Prebiotik secara alami terdapat pada biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan.
Produk olahan kedelai seperti tempe, tahu, dan tauco, kaya akan prebiotik. Rina menambahkan, prebiotik juga dapat diperoleh dari akar tanaman Chichorium intybus, gandum utuh, bawang bombay, bawang putih,dan pisang.


Labels:


baca selengkapnya..
posted by ummina daffawwaz @ 8:46 PM   0 comments
Bijak Memilih Susu
Wednesday, March 5, 2008
Saya sering gemas memperhatikan iklan-iklan susu di berbagai media serta memperhatikan perilaku para orang tua dalam menentukan pilihan susu yang akan dikonsumsi oleh keluarganya. Seperti beberapa teman kantor saya yang merasa harus memberikan susu merek tertentu karena mengandung bla bla bla yang diklaim dapat meningkatkan kecerdasan dan daya tahan tubuh anak.

“Rasanya aku nggak tega kalau tidak memberikan susu yang terbaik untuk anakku” sambil menyebut merek susu bubuk tertentu.

Produsen telah menggunakan kelemahan para orang tua, yaitu:
1. semakin meningkatnya kemampuan ekonomi warga perkotaan yang tidak dibarengi dengan peningkatan pengetahuan tentang pangan
2. munculnya keinginan orang tua untuk menjadikan anak-anaknya sebagai manusia unggul
3. banyaknya wanita pekerja yang merasa bersalah jika tidak memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.
Sebagai akibatnya, seringkali para ibu (dan bapak) mengeluarkan uang yang tidak sebanding dengan manfaat yang mereka peroleh dari produk yang mereka konsumsi.

Susu Kental manis, Susu Bubuk, Susu UHT, Susu Pasteurisasi? Mana yang anda Pilih?
Mungkin catatan ini dapat menjadi masukan untuk menentukan pilihan secara lebih bijak.


TEKNOLOGI PENGAWETAN DAN PENGOLAHAN SUSU

Pada mulanya manusia meminum susu segar yang mereka peroleh dari binatang ternak tanpa proses lebih lanjut. Ada berbagai mancam ternak yang dapat diperah air susunya, tetapi yang paling populer adalah sapi.

Lambat laun manusia mulai mengenal berbagai macam cara untuk mengolah dan mengawetkan susu. Kontak susu dengan enzim rennet yang terdapat dalam labung anak sapi ternyata dapat mengubah menjadi dadih yaitu cikal bakal keju. Lalu ada pula kontak susu dengan berbagai bakteri ‘baik’ seperti Lactobacillus bulgaricus dan teman-temannya sesama bifidobacterium yang membuat susu menjadi lebih mudah dicerna dalam bentuk yoghurt, kefir, dll.

Di sisi lain, manusia juga menginginkan susu dapat disimpan lebih lama dan didistribusikan ke tempat yang lebih jauh.

Susu Mentah
Dalam keadaan segar, susu dapat bertahan pada suhu ruang tanpa mengalami kerusakan selama beberapa jam saja. Oleh karena itu susu didinginkan pada suhu 0ºC-4ºC untuk dapat bertahan selama 48 jam.

Susu Pasteurisasi
Pada tanggal 20 April 1862, Louis Pasteur menemukan cara untuk membunuh bakteri patogen yang kemudian dikenal dengan pasteurisasi. Pasteurisasi pada susu dilakukan dengan memanaskannya pada suhu 71,5-74ºC selama 15 detik. Dengan cara ini, susu dapat disimpan selama 14 hari dalam suhu 5-7ºC.
Pasteurisasi kemudian berkembang menjadi teknologi HTST (High Temperature Short Time) metode kontinyu yaitu memanaskan susu dengan mengalirkannya melalui plat-plat pemanas kemudian langsung dikemas. Susu pasteurisasi dapat ditemukan di toko swalayan dalam kemasan karton di lemari-lemari pendingin.

Susu Sterilisasi
Susu dipanaskan dalam suhu 120ºC selama 15 menit. Biasanya dikemas dalam kaleng. Umur simpannya dalam kemasan yang belum dibuka dapat mencapai 6 bulan dalam suhu ruang. Susu ini telah diformulasi sedemikian rupa sehingga mudah dicerna dan sangat cocok untuk penderita sakit dan anak-anak yang kekurangan gizi.

Susu Kental Manis
Tujuan pembuatan SKM adalah untuk memperpanjang umur simpan pada suhu ruang. Sebaran SKM terutama diwilayah-wilayah yang masyarakatnya tidak memiliki pendingin. Pembuatan SKM menggunakan salah satu metoda pengawetan pangan sederhana, yaitu penambahan sejumlah gula ke dalam susu yang telah dikurangi kadar airnya sampai sekitar 40%. Sebagaimana diketahui, gula dalam jumlah tertentu merupakan penghambat tumbuhnya bakteri patogen.
Susu jenis ini dapat bertahan dalam suhu ruang selama 2 tahun sebelum kemasan dibuka. Jika kemasan telah dibuka, maka umur simpannya hanya menjadi sekitar 2 bulan

Susu Bubuk
Pembuatan susu bubuk ditemukan pertama kali oleh Osip Krischevsky pada tahun 1802. Susu bubuk dibuat dengan cara memanaskan susu dalam suhu 80 ºC selama 30 detik. Kemudian dilanjutkan dengan proses evaporasi sehingga kadar airnya menjadi 50%. Pengeringan lanjutan dilakukan untuk menjadikannya bubuk kering. Pengeringan tahap ini umumnya dilakukan dengan alat yang bernama “spray drier” atau “roller drier” pada suhu 180 ºC selam 2 jam (untuk kapasitas 2 ton). Terdapat pula cara lain yaitu dengan freeze drier yang bertujuan mengurangi penurunan kualitas gizi susu, tetapi cara ini blum populer. Susu bubuk yang telah dikemas dalam kemasan aluminimum foil dan kotak karton dapat awet selama 2 tahun sebelum dibuka dalam suhu ruang.

Tujuan pembuatan susu bubuk adalah untuk proses baking (pembuatan kue dan rerotian) di mana penambahan bahan cair akan mempengaruhi hasil akhirnya. Selain itu susu bubuk juga umum digunakan oleh PBB untuk mengirimkan bantuan pangan ke daerah bencana/perang/kelaparan, disimpan dalam bunker-bunker selama perang dingin, serta distribusi ke daerah-daerah yang tidak mempunyai akses listrik sehingga tidak ada lemari pendingin.

Susu UHT
Teknologi UHT (Ultra High Temperature) merupakan teknologi yang menggunakan suhu sangat tinggi dan waktu yang singkat yaitu 135-145 ºC selama 2-5 detik. Pemanasan dilakukan dengan cara mengalirkan cairan susu dalam pipa bersuhu sangat tinggi dan langsung mengemasnya secara aseptic serta segera mendinginkannya ke suhu ruang. Tujuannya adalah untuk mematikan bakteri tanpa merusak zat gizi yang terdapat di dalam susu. Teknologi pengemasan aseptic ditemukan pada tahun 1989, yaitu kemasan berlapis (enam lapis) untuk melindungi susu dari pengaruh udara, cahaya, kelembapan, aroma, dan bakteri. Susu UHT dalam kemasan aseptic dapat bertahan dalam suhu ruang selama 10 bulan tanpa bahan pengawet.

ASPEK GIZI
Pada prinsipnya, pengolahan pangan dilakukan oleh manusia dengan berbagai tujuan diantaranya adalah untuk:
1. Meningkatkan daya cerna makanan
2. Meningkatkan umur simpan pangan
3. Menyesuaikan rasa dan tekstur dengan selera manusia

Sayangnya, semakin banyak proses yang diaplikasikan pada makanan akan mengakibatkan semakin banyak pula kerusakan zat gizi yang dikandungnya. Oleh karena itu, industri pangan mengupayakan proses yang dapat mengakomodasi tujuan-tujuan yang diinginkan manusia dengan resiko kerusakan zat gizi seminimal mungkin.

Pasteurisasi susu, baik secara konvensional dengan metoda batching maupun metoda kontinyu dapat membunuh bakteri patogen (bakteri jahat), tetapi tidak membunuh bakteri-bakteri lain yang non patogen. Tetapi kelemahannya adalah umur simpannya tidak terlalu panjang dan harus disimpan dalam pendingin meskipun telah dikemas. Kelemahan lainnya adalah adanya reaksi Mallard yaitu pencoklatan sebagai akibat reaksi gula dan protein karena proses pemanasannya relatif lama.

Susu Kental Manis, termasuk produk susu yang kandungan gizinya banyak rusak karena proses pemanasan, evaporasi, dan penambahan gula. Karena penambahan gula dalam jumlah besar dapat mengakibatkan resiko kegemukan dan nilai gizi SKM yang rendah dibandingkan bentuk lainnya maka SKM sekarang ini sudah bergeser fungsinya. Kalau dulu, SKM ini merupakan susu yang dikonsumsi dengan cara diminum, sekarang ini lebih banyak digunakan dalam produk-produk pangan olahan seperti martabak, puding, roti, dan lain-lain.

Dalam pembuatan susu bubuk, proses pemanasan yang berulang dan waktu yang lama sudah pasti mengakibatkan rusaknya zat gizi dalam jumlah lebih besar dibandingkan proses lainnya. Protein saja berkurang sampai dengan 30%-nya, bagaimana zat gizi lain yang lebih sensitif terhadap panas?

Untuk mengganti kehilangan dan kerusakan zat-zat gizi tersebut, produsen susu bubuk melakukan penambahan zat gizi (fortifikasi). Pada gilirannya penambahan zat gizi ini disadari dapat menjadi nilai jual produknya. Sehingga iklan-iklan susu saat ini banyak menonjolkan penambahan zat-zat gizi tersebut.

Sayangnya, penambahan za-zat gizi tersebut mengakibatkan tingginya harga susu bubuk. Mengapa? Karena untuk penambahan zat gizi kedalam makanan, diperlukan teknologi isolasi zat gizi dari bahan pangan aslinya, kemudian zat gizi ini harus dijaga stabilitasnya baik dalam keadaan murni, saat ditambahkan ke dalam susu bubuk, maupun saat susu bubuk tersebut direkonstitusi (penambahan dan pencampuran air agar dapat diminum selayaknya susu segar).

Lagi pula, zat-zat gizi yang diklaim oleh produsen telah ditambahkan ke dalam susu (AA, DHA, Triphtopan, Omega -3, dan lain-lain), sebenarnya telah tersedia dalam jumlah besar dalam makanan yang kita konsumsi. Tidak perlu proses isolasi dan stabilisasi yang mahal.

Salah satu zat gizi yang ”dijual” produsen susu bubuk adalah DHA (merupakan salah satu bentuk Omega 3). DHA dapat kita temukan dalam ikan tuna, ikan kembung, ikan tenggiri, ikan sardin/lemuru, ikan salmon, dan ikan –ikan lain yang hidup di laut dalam. Dan tentunya, sekilo ikan tuna seharga Rp.20.000,- jauh lebih murah dibandingkan sekaleng susu bubuk yang difortifikasi dengan DHA.

Selain itu sekarang sedang marak iklan tentang prebiotik. Produsen memang pintar membuat konsumen yang tidak tahu istilah-istilah tersebut menjadi merasa harus memberikan kepada anak-anak mereka. Padahal prebiotik adalah salah satu bentuk karbohidrat rantai sedang yang tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan sehingga dapat menjadi media tumbuh bifidobacterium. Nama-nama keren prebiotik adalah inulin, FOS, oligomanosa, oligogalactosa. Tapi sebenarnya prebiotik itu ada dalam bawang merah, bawang putih, kacang kedelai, asparagus, dan lain-lain.

Sampai saat ini (telah berlangsung selama 50 tahun), teknologi UHT merupakan proses yang dianggap paling dapat memenuhi tujuan pengawetan pangan dan meminimalisir hilangnya zat gizi.

Saya dan keluarga saat ini memilih mengkonsumsi susu UHT karena praktis, lebih murah, dan zat gizinya relatif sedikit kerusakan dibanding susu dalam bentuk lain. Mengenai zat gizi lain yang dipromosikan produsen susu bubuk? Cuekin aja, selama kita makan secara sehat dan seimbang unsur-unsus mikro (dibutuhkan dalam jumlah amat sedikit) itu terpenuhi kok.

Sumber:
1. http://en.wikipedia.org
2. http://balita-anda.indoglobal.com
3. catatan kuliah

Labels:


baca selengkapnya..
posted by ummina daffawwaz @ 10:02 PM   0 comments
About Me

Name: ummina daffawwaz
Home:
About Me:
See my complete profile
Previous Post
Archives
Links
Template by

Blogger Templates

BLOGGER